ALUMNI ABU SITTIN YANG “TAK LAZIM”
Beberapa hari yang lalu, sebelum kami berangkat ke Jember, ada tamu datang dari Lumajang. Ustadz Zafier guru pengabdian dari Gontor itu menjelaskan kepada kami bahwa orang tua dan kakek beliau datang ke AMLAM, karena tidak ada janji sebelumnya, maka rombongan keluarga Ustadz Zafier menunggu sampai agenda kami sore itu, rapat dan kemisan guru selesai terlebih dahulu, baru bisa menjamu beliau. Ternyata yang datang adalah kakek beliau alumni PMDG tahun 1966 beserta istri datang dari Lumrah. Beliau mengawali percakapan dengan menanyakan sejarah berdirinya Amlam, hingga amalan tirakat apa yang kami amalkan, menurut beliau Amlam pesantren yang luar biasa, 4 tahun berjalan sudah berdiri megah masjid dan semua fasilitas santri telah sempurna, tidak hanya sempurna tapi begitu nampak indah dan menyejukkan, begitu komentar beliau. Pertanyaan menanyakan amalan dan tirakat kepada kami yang junior, padahal beliau alumni 60-an, adalah pertanyaan yang tidak lazim, karena umumnya dan kebanyakan yang terjadi para senior almamater biasanya datang dengan dada yang busung, kepala yang tegak, dan mindset mereka para senior kebanyakan menganggap semua juniornya adalah anggota (a’do’) mereka, maklum herarki senioritas yang kuat di masa lampau di Pesantren bisa jadi membekas dalam benak kami semua, termasuk saya mungkin. Dan yang lebih mencengangkan adalah beliau KH. Mohammad Thohir … Lanjutkan membaca ALUMNI ABU SITTIN YANG “TAK LAZIM”
Salin dan tempelkan URL ini ke dalam WordPress Anda untuk sematkan
Salin dan tempelkan kode ini ke dalam situs Anda untuk disematkan