
Kemisan, Sabtu 8 Agustus 2026
Pesantren itu perdaban, punya peran terhadap nilai nilai. Bukan hanya tentang hafalan.
Semua harus dimaknai dengan hati dengan ikhlas tidak hanya sekedar ikut hadir.
Pesantren adalah sebuah kesungguhan yang dipersembahkan pada Allah.
Bekerjalah dengan hati, berjalan tanpa perintah tapi dengan kesadaran diri.
Jika kedepan tidak lebih baik maka kalian jangan pernah lahir, biar kami tidak pernah mati. Maka jadilah yang terbaik.
Pesantren adalah tradisi kebaikan, kesungguhan hati yang dipersembahkan.
Karena hidup kita tidak akan pernah bisa diulang, jangan sisakan penyesalan.
Hari ini adalah hari memperbaiki kesalahan-kesalahan kita kemarin.
Saya suka kalimat positif.
Kalimat negatif adalah kalimat keraguan (misal: jika ada waktu, jika ada rezeki, saya tidak sanggup, dsb)
وَعَلَى نِيَّاتِكُمْ تُرْزَقُونَ
Tugas kita itu mengucap kebaikan, dan menguatkan keyakinan.
Kami mencontoh guru kami yang mewakafkan semua hartanya untuk Allah.
Penting bagi kita membangun visi hidup kita.
Pesantren ini bukan didirikan atas proposal pejabat, bukan atas usaha pimpinannya yang lancar.
Pesantren ini didirikan atas persembahan kesungguhan terhadap antum semua.
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَامُوا۟ تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَبْشِرُوا۟ بِٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu’.”
Pesantren ini indah karena ada kesungguhan.
وَٱلَّذِينَ جَـٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Siapa yang bersungguh-sungguh berjuang di pesantren Allah akan membukakan jalan kemudahan di dunia dan akhirat.
نحن خادم الطّلّاب
Membersihkan kamar mandi santri, mijeti kakinya. Hal ini mulia, tidak akan pernah digantikan oleh AI ataupun mesin tercanggih didunia.
Antum kalau saya marahi jangan mangkel.
Kemarahan guru itu dalil dari betapa besar cintanya guru padamu.
(Noted by: Achmad Ali Zamzami. S.Pd)