
Sabtu, 06 Juni 2026
Yang pertama Alhamdulillah kita terus melakukan perbaikan².
Pesantren itu yang penting bukan apa kata orang/branding company.
Pesantren itu yang penting adalah tradisi yang dijaga.
Imam Ghozali:
Kita akan bisa menjadi menjadi baik kalau kita bisa menjadi makanan (yang tidak ada perdebatan kebaikannya) makanan itu bisa memberi aspek-aspek pokok manusia.
Obat untuk penyakit berupa makanan, sumber dari bermacam-macam penyakit juga makanan.
Pondok ini juga (bisa dimaknai) menjadi makanan.
Guru-guru harus bisa menjadi solusi berbagai macam problematik santri.
Jangan sampai santri mendapatkan contoh dari gurun yang sama bosennya.
Jum’at adalah agenda wajib, kualiti control, dan syarat bisa menjadi penghidang makanan bagi santri.
Adapun hidangan² pendamping seperti rotibul haddad rabu, dsb.
Kalau sekedar ngimami dan ngajar mudah. Tapi bagaimana menjadi pendidik yang benar?. kelasnya bersih, muridnya dicari, makmumnya dicari, diperhatikan, ditunggoni.
Bahaya jika kepintaran tidak diimbangi dengan ketahanan, struggeling.
Berlatihlah dengan habit habit kecil. Punya struggle story.
The world is change, dunia sudah berubah. Tapi akhlaq tidak akan pernah berubah, empati tidak akan pernah digantikan AI, self defense tidak akan digantikan AI.
Kita bersyukur amlam tetap survive ditengah guncangan.
Kondisi pesantren di zaman ini darurat, ayo disikapi dengan darurat kepada Allah.
Allah masih mengizinkan kita sampai dititik ini maka jangan menhianati kenikmatan ini.
Kalau kau ingin menjadi istimewa jadilah obat. Setiap ada orang sakit kamu yang menyembuhkan, mengobati setiap luka dan lara orang lain, memungut jika ada sampah.
Filosofi pondok kita yang utama adalah santri, yang ke 2 adalah guru.
Pondok pesantren adalah tradisi kebaikan yang terus dibangun.
Saya ingin pondok ini mendidik dengan jiwa.
Semua dari hati, bukan hanya dari otak.
Pinter saja tidak cukup, butuh kerja keras, butuh husnudzon pada Allah.
أَمۡ حَسِبۡتُمۡ أَن تَدۡخُلُوا۟ ٱلۡجَنَّةَ وَلَمَّا یَعۡلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ جَـٰهَدُوا۟ مِنكُمۡ وَیَعۡلَمَ ٱلصَّـٰبِرِینَ﴿ ١٤٢ ﴾
آلِ عِمۡرَانَ, آية 142
Sebar brosur bukan berarti mengemis murid belaka, tapi menunjukkan pada Allah kesungguhan usaha kita.
Hidup ini juga butuh pelatih, bukan hanya motivasi
(Noted by: Achmad Ali Zamzami. S.Pd)