Info Sekolah
Rabu, 21 Okt 2026
  • “Tetapkanlah hidup, api membara mimpimu Walaupun langit ini runtuh, karna Allah akan tetap berdiri untukmu, dan rencana kan mimpi - mimpimu, kehidupanmu, karna orang - orang sukses lahir dari rahim kesulitan” - KH. Fahrizal Ischaq Addimasqie, Lc., M.Fil. I
  • “Tetapkanlah hidup, api membara mimpimu Walaupun langit ini runtuh, karna Allah akan tetap berdiri untukmu, dan rencana kan mimpi - mimpimu, kehidupanmu, karna orang - orang sukses lahir dari rahim kesulitan” - KH. Fahrizal Ischaq Addimasqie, Lc., M.Fil. I

Majelis Al Hikam Episode 58

NGAJI HIKAM ke-58, KTA Krian

  1. أم حسبتم أن تدخلوا الجنة ولما يعلم الله الذين جاهدوا منكم ويعلم الصابرين
  2. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.”
  3. Tidak salah kalau kita memerkan ketaatan kita kepada Allah. Maka baik, jika mujahadah kita didemonstrasikan kepada Allah.
  4. Lelah kita, susah kita, rintihan istri kita ketika kita tinggal ngaji, itu yang kita persembahkan.
  5. Malulah jika kita tidak mau menyendiri bersama Allah, malah memilih bersama orang lain.
  6. بل هو آيات بينات في صدور الذين أوتوا العلم
  7. “Itulah ayat-ayat yang sangat jelas yang dititipkan oleh Allah di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.”
  8. Yaitu, apabila orang-orang yang senantiasa terngiang-ngiang ayat Allah. Itulah yang namanya petunjuk yang ditancapkan di dalam hati kita.
  9. Kita dzikir/ibadah istiqomah agar pantas untuk mendapatkan ayat-ayat itu.
  10. Shudur artinya dada, maksudnya adalah hati.
  11. Dalam surat An-Nisa’ Allah berfirman: “Katakanlah, semuanya itu dari Allah.” Tapi kalau yang buruk-buruk itu terjadi atas kelalaian kita.
  12. Hikmah kali ini, berhubungan erat dengan ketaatan kita.
  13. Dalam ilmu tasawuf, yang menjadi pusat segalanya adalah Allah.
  14. Kita itu tidak ada, yang ada adalah Allah dan irodahnya Allah.
  15. Kita ada karena irodahnya Allah.
  16. Semakin kita mendekat kepada Allah, yang tampak hanya Allah.
  17. لا تفرحك طاعة لأنها برزت منك وافرح لأنها برزت من عند الله
  18. “Jangan bangga karena taat yang kau kira itu hasil dari upayamu. Tapi, banggalah karena itu adalah anugerah dari Allah.”
  19. Orang taat itu ada 2 (dua):
    1. Hasil usaha / belajar taat
    2. Ketaatannya adalah pemberian dari Allah
  20. Yang beranggapan bahwa ketaatannya adalah hasil upayanya, akan menjadi hijab antara dia dan Allah.
  21. Dalam kehidupan kita sehari-hari contohnya, jadi dosen/dekan, kalau diyakini itu adalah hasil usaha, itu adalah bentuk kesombongan.
  22. Maka, berhati-hatilah dalam menyikapi segala yang terjadi dalam hidup kita.
  23. Tunjukkan bahwa rahmat Allah itu luas. Jangan sedih.
  24. Nabi Isa pernah ditanya: kok banyak tertawa, seperti orang yang tidak ingat akan adzab Allah? Dijawab, orang yang selalu bersedih itu seperti orang yang tidak ingat akan rahmat Allah.
  25. Kalau kita ingat Allah, tidak ada sesuatu yang tidak indah. Dan surga itu indah tidak tersekat-sekat oleh nafsu keinginan.
  26. Syeikh Sa’id Romadhon Al-Bouthy: وما يؤمن أكثرهم بالله إلا وهم مشركون (Jangan kau kira mereka orang-orang yang beriman kecuali mereka mengumpulkan serpihan-serpihan kecil kesyirikan.
  27. Semoga kita digolongkan ke golongan yang sedikit, karena وقليل من عبادي الشكور (Dan sedikit di antara hamba-hambaKu yang pandai bersyukur).
  28. Banyak orang yang jika diberi kesulitan-kesulitan muntah. Padahal Rasulullah saja wafat dalam keadaan meninggalkan baju besinya masih di pegadaian.
  29. Sakiki, neng kene, ngene, aku gelem (sekarang, di sini, dalam keadaan ini, aku mau).
  30. Boleh kita memimpikan pesantren yang akan kita bangun, padahal kita sedang dalam kemelaratan.
  31. Mosok الله أكبر kok kalah sama hutang kita.
  32. Allah itu hadir dalam setiap urusan kita, hanya sering kali kita salah konsep.
  33. Seringkali kita bandingkan mobil orang lain dengan sepeda kita.
  34. Kita ini meski bersama,gurunya sama, tapi thoriqoh atau jalan hidupnya masing-masing berbeda. Ada yang jadi ustadz, pedagang, tukang tambal ban, pedagang minyak wangi, yang penting semuanya berdzikir.
  35. Banyak orang bisa naik sepeda, tapi tidak banyak yang bisa naik sepeda dengan kecepatan tinggi, apalagi di tikungan.
  36. Rajinlah memotong kuku, artinya jangan suka mengaku-aku. Itu kata-kata orang dahulu.
  37. Maka segala sesuatu yang kita dapat, termasuk hadirnya kita di tempat ini adalah fadhol dari Allah.
  38. Jadikan seluruh aktifitas kita, sampai tidur, dimarahin, sebagai aktifitas dzikir kita.
  39. Jangan merasa lebih dari orang lain. Tawadhu’ itu adalah kata kunci.
  40. Jaga butuhmu terhadap do’a. Jangan merasa aman dengan apa yang kita punya bahkan amal kita.
  41. Tafakkur, hindari nafsu duniawi.
  42. Uzlah/khalwat, menarik diri dari urusan dunia.
  43. Tasawuf adalah sebuah rumah yang dirajut oleh para sufi di generasi pertama lalu dibangun oleh Imam Al-Ghozali dan interiornya oleh Syekh Ibn Athoillah As-Sakandary.