Info Sekolah
Rabu, 21 Okt 2026
Anda disini :
Home -
Majelis Al Hikam Episode 57
Majelis Al Hikam Episode 57

NGAJI HIKAM ke-57
- Hidup pisan ojo kemalan tangisan, setelah kita mati kita sdh tdk bisa memilih tempat kita. Hanya ada 2 pilihan, kalau bejo yo bejo sak lawase, kalau menderita ya menderita sak lawase.
- ILmu itu harus diamalkan, kalau hanya sekedar tahu tapi tidak diamalkan seperti orang hanya lihat map tapi tidak mulai berjalan.
- Kita ragu untuk beramal 100 juta, takut melarat, karena kita ndak pernah njajal. kadangkala kita harus mencoba sesuatu yang luar biasa, zilzal-zilzal, agar mendapatkan anugerah luar biasa.
- Yang terpenting dalam merintis pondok, dalam rumah tangga adalah ngaji dan ati sing resik.
- Hidup sekali hidup yg berarti, hilangkan keraguan, jejegno hatimu.
- Wushul itu adalah ketika kita mulai melangkah dgn penuh keyakinan, yakin tasek nggadah Gusti Allah, tasek nggadah Kanjeng Nabi.
- Kemuliaan itu tergantung pada keberhasilan kita dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kehidupan kita, soal ujian apabila tidak dijawab dengan benar ya ndak mungkin lulus.
- Urip seng penting niku melampah ten ngersane Gusti Allah.
- Tanda ahli surga itu, fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah, Di dunia gembira dan akhirat juga gembira.
- Urip kendel mati, urip gocik yo mati.
- Manusia mempunyai mata kepala dan mata hati, dua-duanya berfungsi sebagai indra penglihatan. Akan tetapi apabila tidak ada cahaya yang masuk baik itu ke mata kepala atau hati maka keduanya tidak berfungsi.
- فمن لم يجعل الله له نورا فما له من نور
- “Cahaya punya kemampuan menyingkap, bashiroh punya kemampuan memutuskan, dan qolbu itu punya kemampuan untuk menerima atau menolak”.
- Baiknya qolbu/hati seseorang itu tergantung pada kemampuan bashirohnya dalam memtuskan mana yang baik atau yang buruk, dan kemampuan bashiroh dalam memutuskan itu tergantung pada Nur/hidayah dari Allah.
- Ketika melihat orang-orang sekitar kita jangan gampang menghakimi.
- Mari kita jadikan kitab Hikam ini sebagai influencer kita dalam mengolah rasa, karena kitab ini memberikan kita informasi/sudut pandang dalam mengolah hati kita.
- Cahaya Allah itu dititipkan Allah berupa hati, nutrisinya adalah dzikir. Kalau hatinya gelap maka hidupnya berantakan.
- Rungokno krenteke atimu jangan sia-siakan hidupmu dengan banyak mendengarkan suara-suara dari luar, kalau suara hatimu lirih tidak terdengar maka asah terus dengan dzikir.
- Lek wes padang, sudah diberi cahaya oleh Allah, ayo tandang gawe, ayo berjuang ngopeni agamane gusti Allah.