Info Sekolah
Rabu, 21 Okt 2026
  • “Tetapkanlah hidup, api membara mimpimu Walaupun langit ini runtuh, karna Allah akan tetap berdiri untukmu, dan rencana kan mimpi - mimpimu, kehidupanmu, karna orang - orang sukses lahir dari rahim kesulitan” - KH. Fahrizal Ischaq Addimasqie, Lc., M.Fil. I
  • “Tetapkanlah hidup, api membara mimpimu Walaupun langit ini runtuh, karna Allah akan tetap berdiri untukmu, dan rencana kan mimpi - mimpimu, kehidupanmu, karna orang - orang sukses lahir dari rahim kesulitan” - KH. Fahrizal Ischaq Addimasqie, Lc., M.Fil. I

Majelis Al Hikam Episode 57

NGAJI HIKAM ke-57

  1. Hidup pisan ojo kemalan tangisan, setelah kita mati kita sdh tdk bisa memilih tempat kita. Hanya ada 2 pilihan, kalau bejo yo bejo sak lawase, kalau menderita ya menderita sak lawase.
  2. ILmu itu harus diamalkan, kalau hanya sekedar tahu tapi tidak diamalkan seperti orang hanya lihat map tapi tidak mulai berjalan.
  3. Kita ragu untuk beramal 100 juta, takut melarat, karena kita ndak pernah njajal. kadangkala kita harus mencoba sesuatu yang luar biasa, zilzal-zilzal, agar mendapatkan anugerah luar biasa.
  4. Yang terpenting dalam merintis pondok, dalam rumah tangga adalah ngaji dan ati sing resik.
  5. Hidup sekali hidup yg berarti, hilangkan keraguan, jejegno hatimu.
  6. Wushul itu adalah ketika kita mulai melangkah dgn penuh keyakinan, yakin tasek nggadah Gusti Allah, tasek nggadah Kanjeng Nabi.
  7. Kemuliaan itu tergantung pada keberhasilan kita dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kehidupan kita, soal ujian apabila tidak dijawab dengan benar ya ndak mungkin lulus.
  8. Urip seng penting niku melampah ten ngersane Gusti Allah.
  9. Tanda ahli surga itu, fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah, Di dunia gembira dan akhirat juga gembira.
  10. Urip kendel mati, urip gocik yo mati.
  11. Manusia mempunyai mata kepala dan mata hati, dua-duanya berfungsi sebagai indra penglihatan. Akan tetapi apabila tidak ada cahaya yang masuk baik itu ke mata kepala atau hati maka keduanya tidak berfungsi.
  12. فمن لم يجعل الله له نورا فما له من نور
  13. “Cahaya punya kemampuan menyingkap, bashiroh punya kemampuan memutuskan, dan qolbu itu punya kemampuan untuk menerima atau menolak”.
  14. Baiknya qolbu/hati seseorang itu tergantung pada kemampuan bashirohnya dalam memtuskan mana yang baik atau yang buruk, dan kemampuan bashiroh dalam memutuskan itu tergantung pada Nur/hidayah dari Allah.
  15. Ketika melihat orang-orang sekitar kita jangan gampang menghakimi.
  16. Mari kita jadikan kitab Hikam ini sebagai influencer kita dalam mengolah rasa, karena kitab ini memberikan kita informasi/sudut pandang dalam mengolah hati kita.
  17. Cahaya Allah itu dititipkan Allah berupa hati, nutrisinya adalah dzikir. Kalau hatinya gelap maka hidupnya berantakan.
  18. Rungokno krenteke atimu jangan sia-siakan hidupmu dengan banyak mendengarkan suara-suara dari luar, kalau suara hatimu lirih tidak terdengar maka asah terus dengan dzikir.
  19. Lek wes padang, sudah diberi cahaya oleh Allah, ayo tandang gawe, ayo berjuang ngopeni agamane gusti Allah.