Majelis Al Hikam Episode 29

HIKAM KE 29 شَتَّانَ بَينَ مَنْ يَسْتَدِلُّ بِهِ أَوْ يَسْتَدِلُّ عَلَيِهِ. المُسْتَدِلُّ بِهِ عَرَفَ الحَقَّ لأَهْلِهِ، فأَثْبَتَ الأَمْرَ مِنْ وُجودِ أَصْلِهِ. وَالاسْتِدْلالُ عَلَيْهِ مِنْ عَدَمِ الوُصولِ إليَهِ. وَإلّا فَمَتى غابَ حَتّى يُسْتَدَلَّ عَلَيْهِ؟! وَمَتى بَعُدَ حَتّى تَكونَ الآثارُ هِيَ الَّتي تُوْصِلُ إلَيْهِ “Sangat jauh bedanya antara orang yang berdalil dengan Allah (menjadikan Allah sebagai bukti bagi wujud segala sesuatu) dengan orang yang berdalil atas Allah (menjadikan makhluk/alam sebagai bukti bagi wujud Allah). Orang yang berdalil dengan Allah adalah yang mengenal kebenaran pada pemiliknya, lalu menetapkan segala sesuatu berdasarkan asal wujud-Nya. Adapun berdalil atas Allah (mencari bukti wujud Allah lewat makhluk) disebabkan karena belum sampainya ia kepada Allah. Padahal, kapan Allah pernah tersembunyi sehingga Ia memerlukan bukti untuk wujud-Nya? Dan kapan pula Allah pernah jauh sehingga tanda-tanda alam (ciptaan) justru menjadi perantara yang menyampaikan kepada-Nya?” NGAJI Hikam Selasa, 16 September 2025 Di PP AMLAM Wonosalam شتان بين من يستدل به او سيتدل عليه