Info Sekolah
Rabu, 21 Okt 2026
  • “Tetapkanlah hidup, api membara mimpimu Walaupun langit ini runtuh, karna Allah akan tetap berdiri untukmu, dan rencana kan mimpi - mimpimu, kehidupanmu, karna orang - orang sukses lahir dari rahim kesulitan” - KH. Fahrizal Ischaq Addimasqie, Lc., M.Fil. I
  • “Tetapkanlah hidup, api membara mimpimu Walaupun langit ini runtuh, karna Allah akan tetap berdiri untukmu, dan rencana kan mimpi - mimpimu, kehidupanmu, karna orang - orang sukses lahir dari rahim kesulitan” - KH. Fahrizal Ischaq Addimasqie, Lc., M.Fil. I

Majelis Al Hikam Episode 60

NGAJI HIKAM ke-60, hari Arafah

  1. Yang hadir duduk bermunajat di rumah Allah ini hari ini di waktu ini adalah yang dikehendaki dan dipilih oleh Allah.
  2. Sebaik-bauk do’a adalah do’a di hari Arafah .
  3. Allah turun dari singgasanaNya untuk melihat siapa yang bermunajat di hari Arafah, mudah-mudahan Allah kabulkan do’a-do’a kita.
  4. Semua kita di sini adalah thullabul ilmi, malaikat diperintah oleh Allah jika ada santri yang menuntut ilmu, maka bentangkan sayapmu untuk mengabulkan semua hajat-hajatnya.
  5. Beliau, Dr. Saifuddin Zuhri, merasa kurang PD untuk berbicara di depan para santri yang lebih muda karena mereka lebih mulia. Sebagaimana para santri yang lebih tua juga lebih banyak amalnya.
  6. Nanti ketika kita semua sudah di alam kubur, kita akan dibukakan mata kita, penglihatan kita menjadi tajam sekali, kita akan melihat bahwa yang nilainya paling penting adalah dzikir kepada Allah.
  7. Di juz 22 ada ayat yang menyebutkan: الذاكرين والذاكرات أعد الله لهم مغفرة وأجرا عظيما (orang laki-laki dan perempuan yang berdzikir, Allah telah mempersiapkan bagi mereka ampunan dan ganjaran yang besar).
  8. Hikmah ke-60 ini singkat, tapi mengajari introspeksi diri, temanya thoma’.
  9. Tidak bertambah dahan kehinaan kecuali di atas benih biji ketamakan.
  10. Thoma’ adalah penyakit diri, yaitu إن أعطي رضي وإن لم يعط سخط (Jika diberi dia senang dan jika tidak diberi di marah). Ini adalah sifat yang harus dihindari oleh seorang salik.
  11. Sifat tamak itu menginginkan apa yang dimiliki oleh orang lain menjadi miliknya.
  12. Sifat tamak ini menjadi hijab dari kita memandang Allah dan bisa menjadi halangan yang serius dalam perjalanan kita menuju Allah. Karena kita mengharapkan dari manusia, padahal kita hanya boleh mengharap kepada Allah.
  13. Allah itu Maha Pencemburu ketika seorang hamba mengharap kepada sesama manusia.
  14. Di dalam hadis qudsi, Allah berfirman: “Wahai manusia, Aku menciptakanmu untuk ibadah maka jangan main-main uuntuk urusan ibadah. Allah menjamin rejeki kita, maka jangan habiskan dayamu untuk mencari rejeki karena itu sudah dijamin oleh Allah. Jika engkau ridho dengan pemberianKu maka Aku menjadikan tenang hatimu, tubuhmu, dan badanmu dan engkau menjadi mulia. Tapi jika engkau tidak ridho maka Aku jadikan dunia membelenggumu dan Aku jadikan engkau berlari seakan binanatang buas yang mengejar mangsa tapi engkau hanya mendapatkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah.”
  15. Hadits qudsi tersebut sangat panjang, tapi pesannya sangat dalam, dan ketika kita fahami maka kita tidak akan pernah kuatir akan karunia Allah dan percaya kepadaNya.