Info Sekolah
Rabu, 21 Okt 2026
  • “Tetapkanlah hidup, api membara mimpimu Walaupun langit ini runtuh, karna Allah akan tetap berdiri untukmu, dan rencana kan mimpi - mimpimu, kehidupanmu, karna orang - orang sukses lahir dari rahim kesulitan” - KH. Fahrizal Ischaq Addimasqie, Lc., M.Fil. I
  • “Tetapkanlah hidup, api membara mimpimu Walaupun langit ini runtuh, karna Allah akan tetap berdiri untukmu, dan rencana kan mimpi - mimpimu, kehidupanmu, karna orang - orang sukses lahir dari rahim kesulitan” - KH. Fahrizal Ischaq Addimasqie, Lc., M.Fil. I

MEMBANGUN MASJID TANPA PROPOSAL, MUNGKINKAH?

Malam hari ini saya memenuhi undangan Buya Rahmat Wahyudi untuk konsilidasi Tim Pembangunan Masjid Agung Amanatussalam di Pesantren yang kami rintis, tidak seperti biasa rapat kali ini diagendakan di Luminor Hotel Cafe di Sidoarjo, 90 Km dari Amlam, kalau syarat shalat jama’ qashar tentu ini sudah memenuhi syarat jarak tempuh ini. Kami datang full team bersama keluarga, termasuk Ning Sofia bayi 5 bulan, selain memberikan apresiasi kepada para panitia pembangunan yang sering kali datang ke Amlam, di Luminor dipilih juga ingin melihat permasalahan gol setting dari jarak kejauhan, kata orang bijak, gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di sebrang lautan terang terlihat. Semoga ikhtiar ini membuahkan hasil.

Misi mulia ini sulit, karena Panitia diberikan amanah oleh guru kami Abuya Sayyid Mufassir Banten agar Masjid Agung yang mulia ini dibangun tanpa selembar proposal pun, berat tentunya, tapi ini tantangan buat kita sebagai pejuang Rumah Allah, kata Buya Mufassir “Proposal adalah jalan pembuka menuju Neraka, ada 9 pintu neraka di dalam proposal”, mungkin kalimat ini terlihat klise, tapi itulah amanah yang kami terima, semua Panitia dan Sahabat Amlam berjibaku mewujudkan masjid ini dengan kemampuan seadanya (baca; tanpa Proposal), meski berat, tapi kami menyadari betul, bahwa ketika masjid ini berhasil berdiri tanpa proposal maka tentu akan menjadi simbol wibawa Islam di lereng gunung Anjasmoro dalam sejarah ummat manusia.

Kuncinya ada di keyakinan, kerja keras dan amanah sepenuh hati atas tugas yang diberikan. Membangun Masjid ini menjadi perjalanan spiritual tersendiri bagi kita semua, banyak yang mengerutkan dahi dan memeras pikiran mencari jalan keluar atas kondisi kejar-kejaran saldo kas masjid dengan kebutuhan belanja material dan ongkos harian kerja tukang setiap minggunya, tapi itulah seninya menjalankan amanah guru dan menuju keyakinan akan Kemaha Besaran Allah Tuhan yang kita sembah. Ojo sambat, Ojo Ragu Lan Terus Berusaha. Bismillah, Mohon do’a dari semua agar niat mulia, mengibarkan Panji Islam di kaki gunung Anjasmoro ini, Allah berikan kemudahan. Amin Ya Rabbal Alamin.

Oleh ; Fahrizal Ischaq Addimasqie