
Kemisan. Sabtu 18 juli 2026
Setiap hari kita menghadapi keraguan.
Keraguan ada 2:
Jangan pernah mengelola keraguan. Yang dikelola itu keyakinan.
Ayo kita kelola keyakinan.
Maka dari itu ada Qoidah ushul fiqih,
دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ
“Tinggalkanlah apa yang meragukanmu menuju apa yang tidak meragukanmu.”
الْيَقِينُ لَا يُزَالُ بِالشَّكِّ
“Keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan keraguan.”
Sampean jangan punya keraguan, pondok ini didirikan diatas keyakinan.
Maka keyakinan harus tumbuh, aset keyakinan harus dikelola.
Akan ku pertahankan keyakinan ini hingga titik darah penghabisan. Biarlah jasad ini dimakamkan ditanah pesantren.
Allah akan memilih hambanya mana yang ragu dan tidak ragu.
Kami persembahkan semua wakaf ini untuk Allah. Kalian membantu Allah bukan membantu saya.
Keraguan akan subur kalau sering dibicarakan, jangan memupuk keraguan.
Mengalirlah ikuti kehendak Allah, agar Allah memberi jawaban atas adanya keraguan.
Biarlah keraguan yang ada dalam diri kita dibalas oleh Allah dengan hikmah.
Keraguan yang ada dalam diri kita jangan di sirami dengan dibicarakan, jangan dipupuk dengan kau lakukan nanti kalau keraguan itu menjadi besar kita sulit.
Pastikan langkah kita adalah langkah orang yang yakin pada Allah, sekalipun dengan tertatih dan terjatuh.
Ayo kita kelola pondok ini dengan keyakinan.
كَمَا جَمَعَنَا فِي الدُّنْيَا جَمَعَنَا اللهُ فِي الْجَنَّةِ
“Sebagaimana Allah telah mengumpulkan kita di dunia, semoga Allah (juga) mengumpulkan kita di surga-Nya.”
الدُّنْيَا دَارُ التَّعَبِ وَالرَّاحَةُ فِي الْجَنَّةِ
“Dunia adalah tempat (untuk) bersusah payah (berlelah-lelah), sedangkan tempat istirahat (yang sesungguhnya) adalah di surga.”
Pejuang tidak boleh sakit, hanya mati yang bisa menghentikan pejuang.
Hanya pecundang yang mengatakan dirinya sedang sakit.
(Noted by: Achmad Ali Zamzami. S.Pd.)