Di masa akhir semester ini, ujian akhir semester serentak dilaksanakan pada seluruh lembaga pendidikan di Indonesia, tak terkecuali lembaga pendidikan Islam lawas seperti pondok pesantren. Pada tanggal 29 November lalu santri Pesantren Wisata Amlam telah usai melaksanakan ujian akhir semester, maka dengan ini agenda dilanjut dengan ujian lisan. Pada hari Senin, 8 Desember 2025 kemarin, santri Amlam berhasil melewati ujian lisan di hari pertama. Ujian berlangsung selama empat hari hingga tanggal 11 Desember. Bermodalkan belajar yang sungguh-sungguh serta fisik yang stamina serta doa yang terpanjat di pagi hari, mereka siap bertempur menuntaskan ujian di hadapan mata.

Ujian lisan dibagi menjadi empat ruangan, tiap ruangan terdiri dari satu mata pelajaran yang berbeda. Ujian lisan Bahasa Arab dilaksanakan di ruang kelas satu dengan penguji Al-Ustadz Rafi Ihsan Fadhillah serta Al-Ustadz Riffat Amzar Isnandiwa. Materi yang diujikan dalam Bahasa Arab antara lain yakni Muhaddatsah (percakapan dalam Bahasa Arab), Mufrodhat (kosakata Bahasa Arab), Mahfudzat (kata-kata mutiara dalam Bahasa Arab), serta ilmu yang berkaitan dengan Bahasa Arab seperti Nahwu dan Shorof.
Ujian lisan kedua yakni Bahasa Inggris yang dilaksanakan di ruang kelas dua. Materi yang diujikan yakni berkaitan dengan Conversation, Vocabulary, dan Grammar. Al-Ustadzah Chinta Nurul Qomariyah dan Al-Ustadz Javier Zenan siap untuk melontarkan pertanyaan kepada peserta ujian. Dengan mental dan materi yang telah matang disiapkan jauh-jauh hari, mereka membabat habis sesi yang menegangkan itu. Ujian bahasa tampak begitu mudah karena santri Amlam juga mempraktikkan Bahasa Arab dan juga Bahasa Inggris pada percakapan sehari-hari. Mereka hanya perlu menghafal beberapa materi yang harus dihafalkan.
Dan sesi ujian yang menegangkan sesungguhnya terletak pada ujian lisan Fiqih dan ujian lisan Al-Quran. Ujian fiqih bersama dengan Al-Ustadz Ahmad Ali Zamzami, S.Pd. serta Al-Ustadz Wisnu Dharma Luhur. Materi yang diujikan berkaitan persis dengan fiqih dalam bermuamalah di kehidupan sehari-hari serta materi dalam buku pembelajaran. Namun yang membuat tegang ialah ketika Ustadz Wisnu di awal sesi menguji mental peserta ujian. Beberapa dari mereka goyah sampai menangis melihat raut wajah penguji yang membuat nyali menciut. Hal ini tak dilakukan tanpa alasan, berani dan kuat menghadapi masalah diharapkan dapat tumbuh dalam diri mereka.
Teras Ndalem Kasepuhan menjadi ruang terakhir ujian lisan Al-Quran, bersama dengan Al-Ustadz Rifky Dermawan Putera dan Umi Hj. Zanuba Alfareni, Lc. M. Th. I. yakni sebagai penguji. Hafalan yang sangat mendominasi pada sesi ujian kali ini. Surah yang dihafalkan semalam menjadi bahan penguji untuk menanyakan pertanyaan langsung. Sambung surah, tajwid, dan terjemah juga tergabung dalam pertanyaan beruntun itu. Umi Zanuba yang berperan menjadi Ibu Pengasuh Pesantren tak segan untuk membagi ilmu beliau bak lautan kepada santri Amlam. Maka dari ini pengasuh pesantren serta para dewan guru bersinergi untuk terus bersama memberikan ilmu terbaik kepada santri Amlam. Semoga para santri menjadi generasi penerus bangsa gemilang yang mawariskan ilmu kelak.

No responses yet