“Ujian merupakan batu loncatan”. Kata tersebut sering kita dengar, bahkan saat menerima nasihat dari seseorang. Maka ujian merupakan unsur yang terpenting dalam dunia pendidikan. Tak berbeda dengan lembaga pendidikan umum, Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan lawas telah menerapkan sistem ujian bahkan dari ratusan tahun yang lalu. Mengikuti gaya pendidikan sekarang, pesantren mulai membaur dengan perkembangan zaman. Dikenal dengan nama Imtihan, diambil dari Bahasa Arab yang artinya ujian. Maka, pada pembelajaran akhir semester ini hampir seluruh lembaga pendidikan di Indonesia sibuk mempersiapkan Ujian Akhir Semester untuk peserta didik mereka. Dan Pesantren Wisata Amlam tengah dalam kondisi tersebut pula.

Sepekan sebelum ujian dilaksanakan, para panitia persiapan ujian mulai bertugas. Dengan pengumuman serentak, para dewan guru dipersilahkan untuk membuat soal-soal. Ketika tenggat waktu pengumpulan telah usai, soal pun terkumpul dan siap untuk segera dicetak. Asatidz dan asatidzah panitia ujian telah mempersiapkan ujian akhir semester ini dengan maksimal, maka besar harapan untuk para santri agar belajar dengan tekun dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan belajar.
Pada bulan November akhir di tanggal 29 lalu, Ujian Akhir Semester tepat dilaksanakan. Pengumuman telah tersebar, para santri ramai membicarakan. Ketika mendengar berita akan dilaksanakannya ujian, mereka sebenarnya tengah bersiap untuk menghadapinya. Belajar dengan bersungguh-sungguh dari pagi hingga petang. Tak lupa doa yang terpanjat membersamai usaha agar tidak tersia. Ketika semua telah matang disiapkan, pada hari dilaksanakannya ujian mereka dengan gagah berani mengisi lembar jawaban tanpa macet sedetik pun.
Pada malam hari Sabtu tanggal 28 November merupakan waktu yang tepat untuk belajar. Selain mempersiapkan dari jauh-jauh hari, mereka juga harus belajar untuk esok. Muwajjah atau waktu belajar para santri memang biasanya dimulai ketika malam. Ketika pada hari selain ujian, mereka menggunakan waktu tersebut untuk mengerjakan tugas atau kerja kelompok. Namun esok ketika bangun di pagi hari mereka harus menghadapi ujian, maka mereka harus memfokuskan kegiatan hanya untuk belajar. Oleh karena itu, banyak kegiatan di pesantren yang ditunda sementara seperti kegiatan ekstrakurikuler, ngaji kitab sore, dan muhadharah. Kegiatan-kegiatan ini akan dilanjutkan ketika pembelajaran semester baru tahun depan.
Bangun ketika mentari belum menampakkan sinarnya sudah menjadi hal biasa oleh santri Amlam. Namun bagaimana jika mereka bangun lebih pagi dari hari biasanya? Tentu saja jawabannya mampu!. Mereka bangun lebih pagi untuk mencuri awal agar lebih banyak waktu belajar. Setelah salat subuh terlaksana, masih banyak waktu yang tersisa sebelum bel masuk ujian berbunyi. Tentu saja membuka buku yang menjadi pilihan untuk mengisi waktu. Tak terasa jam menunjukkan pukul 06.15, maka semua santri bergegas menuju lapangan utama untuk melaksanakan doa bersama sebelum ujian. Dan ketika tepat pukul 06.30, mereka siap untuk bertempur.
Di setiap ruang ujian telah disediakan bangku yang tersusun rapi. Terdapat nama pada setiap bangku untuk menandakan siapa yang boleh duduk. Ketika pemilik telah duduk, tandanya mereka siap untuk mengerjakan soal ujian. Kertas ujian dibagikan, sebagian bergegas mengisi kertas jawaban agar dapat menyelesaikan lebih awal. Sebagian lain ada yang menjawab soal dengan sangat hati-hati. Mengingat-ingat materi yang telah dipelajari semalam. Mereka perlu tergesa-gesa karena diberi waktu mengerjakan hingga 90 menit.

Di Ujian Akhir Semester ini, suasana nampak lebih mencekam. Bukan karena hal mistis atau hal yang berbau horor, melainkan peraturan yang semakin ketat. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, namun untuk mencegah kecurangan dalam masa ujian. Misalnya saja santri yang tidak mengenakan seragam lengkap, maka tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan sebelum seragam lengkap dan masih banyak peraturan yang harus dipatuhi. Dalam momen ujian ini para guru berusaha yang terbaik untuk santrinya. Maka guru juga mengupayakan segala upaya agar semua kebutuhan santri saat ujian terpenuhi dengan mengisi stok jajan dan kebutuhan harian di koperasi dan kantin. Semangat para santri tentu tak boleh kalah, maka belajar mereka juga tak boleh main-main. Dengan ujian ini pula semoga santri mampu mengevaluasi diri mereka dalam belajar, menjadikan mereka pribadi yang membanggakan dan bermanfaat bagi orang lain kelak, aamiin.

No responses yet